Monday, December 31, 2007

Tim CTLC Tepi Mahakam

CTLC “Tepi Mahakam”

CTLC “Tepi Mahakam” didirikan atas prakarsa masyarakat perunggasan Kaltim yang dipimpin oleh drh. H. Sumarsongko. Melalui jaringan kerja sama dengan LPPM IPB, maka CTLC “Tepi Mahakam” merupakan satu-satunya CTLC di bawah IPB yang berada di luar Jawa.

Untuk lebih akrab dengan komunitasnya, maka CTLC “Tepi Mahakam” ditempatkan di Toko Sapronak PS Jl. Slamet Riyadi No. 85 RT 10 Karangasam Samarinda 75124, sehingga setiap petani peternak yang mempunyai keperluan belanja sapronak dapat singgah dan memanfaatkan di CTLC.

Secara khusus memang target utama adalah para petani marginal yang mempunyai keinginan kuat untuk maju, namun terkendala oleh berbagai keterbatasan informasi. Meski demikian, CTLC “Tepi Mahakam” terbuka untuk umum, tidak hanya petani peternak.


Tepi Mahakam.blogspot.com

PEMIMPIN UMUM
drh. H. Sumarsongko

WAKIL PEMIMPIN UMUM/
PEMIMPIN REDAKSI

Sulistyo Prabowo

STAF AHLI
Fatkhul Hani Rumawan, S.T., M.T
drh. H. Subagyo
H. Purwoko

REDAKTUR PELAKSANA
Hadi Suprapto

REDAKSI
Didit Suprihanto
Rudi Agung Nugroho
Fatkhul Hani Rumawan
Cahyo Respito

E-mail: pesutmahakam05@gmail.com

http://tepimahakam.blogspot.com/

Mengatasi Stres Panas Pada Ayam

Stres panas pada ayam petelur sering terjadi pada peternakan daerah tropis. Jika tidak ditangani, stres pada ayam akan menurunkan penampilan produksi. Bagaimana cara mengatasinya?

Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain :
1. Memperbaiki metabolisme air.
Tindakan ini dilakukan dengan cara menyediakan air dingin guna menurunkan suhu tubuh, karena ayam cenderung minumberlebih pada musim kemarau. Minum air dingin terbukti menurunkan kecepatan respirasi hinga 60%.
2.
Pemberian larutan glukose.
Pemberian larutan glukose 4% akan mengurangi pengaruh stres panas terhadap viskositas darah dan osmolalitas plasma. Intake glukose akan mempengaruhi difusi panas tubuh, sehingga viskositas darah meningkat.
3. Pemberian mineral K dalam pakan.
Pemberian K dalam pakan ± 0,6% (layer) dan 1,5% (broiler) akan menjaga keseimbangan K dalam tubuh selain itu mineral K juga meningkatkan daya tahan ayam terhadap tekanan stres panas
4.
Menjaga keseimbangan kalsium (Ca) dengan fosfor (P).
Mineral Ca dan P membantu mempertahankan kondisi ayam saat stres panas.
5.
Pemberian vitamin E.
Radikal bebas dikeluarkan oleh sel-sel yang rusak sebagai akibat peroksidasi asam-asam lemak tidak jenuh ganda dapat diatasi dengan pemberian vitamin E. Vitamin E bertindak sebagai antioksidan yang dapat melindungi membran jaringan dari peroksida lipid.
6. Pemberian vitamin C.
Vitamin C diberikan 25 mg/kg pakan. Penambahan vitamin c akan memperbaiki tampilan reproduksi dan PBB pada broiler serta meningkatkan fertilitas dan daya tetas pada ayam bibit.
7.
Penambahan 1,25-(OH)2 vitamin D3 (vitamin D3 aktif).
Penambahan vitaman D3 bentuk aktif dalam pakan selama stres panas membantu homeostasis Ca dan P selama pembentukan kerabang telur. Dan selama stres panas berlangsung, kemampuan ayam untuk mengkonversi vitamin D menjadi vitamin D yang aktif menurun drastis. PI/Hasan

Sumber : www.poultryindonesia.com

Arti Penting Recording

Banyak faktor yang menentukan keberhasilan usaha peternakan ayam ras. Faktor bibit, pakan, kesehatan dan manajemen pemeliharaan, semuanya saling terkait mendukung keberhasilan itu. Manajemen yang baik tercermin pada recording yang tertib.

Produksi industri perunggasan faktor penentu keberhasilan sangatlah multi faktoral. Sudah jelas bahwa faktor manajemen pakan, manajemen kesehatan dan manajemen pemeliharaan paling menentukan berhasil-tidaknya usaha ini. Akan tetapi sebaik apa pun manajemen tersebut, bila tidak didukung data yang akurat tentunya akan membawa dampak yang mungkin saja akan mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu usaha, atau seburuk-buruknya menambah perbendaharaan faktor kegagalan.
Dalam usaha peternakan unggas banyak sekali komponen recording yang harusnya mendapat perhatian antara lain :
1.
Populasi.
Mengetahui jumlah total individu ternak yang dipelihara sangatlah penting. Mengetahui jumlah total populasi akan mempengaruhi 3 faktor manajemen. Pada praktiknya jumlah populasi akan berimbas pada pengobatan, pemberian pakan, vaksin dan vitamin. Jumlah populasi harus selalu di up to date, karena kesalahan populasi tentu saja merusak performan (bobot badan dan produksi telur), kesalahan pengobatan, pemberian pakan, vaksin dan vitamin (bisa kekurangan atau kelebihan) sehingga memunculkan kerugian lain seperti resistensi penyakit hingga pertumbuhan yang tidak seragam.
2.
Deplesi (penyusutan).
Jumlah individu yang mati, afkir atau hilang harus selalu dicatat, karena setiap ada penyusutan dalam jumlah tertentu maka peternak akan mengubah program pemberian pakan yang disesuaikan dengan jumlah populasi yang terakhir. Setiap jumlah deplesi juga akan menjadi kontrol kesehatan karena bisa jadi penyusutan yang terjadi karena serangan penyakit yang menyebabkan mortalitas ayam.
3.
Berat badan.
Data berat badan penting untuk ditampilkan menginngat secara kontinyu berpengaruh terhadap performans ayam dan kualitas pakan.
4.
Program dan jumlah pemberian pakan.
Data ini juga perlu mendapat tempat dalam recording. Data ini menjadi sarana untuk keberhasilan program pemberian pakan dan mengetahui jumlah pakan yang diberikan untuk menjaga ketersediaan stok di gudang pakan.
5.
Water intake.
Jumlah air yang dikonsumsi sangat penting untuk mengevaluasi status kesehatan ayam dan suhu udara kandang. Data konsumsi air juga penting untuk mengetahui tingkat kebocoran pipa untuk mendistribusi air minum.
6.
Produksi telur.
Untuk ayam yang telah bertelur, data mengenai jumlah telur yang diproduksi harian, maupun mingguan menjadi penting. Hal ini guna menjadi penentu keberhasilan manajemen pemeliharaan. Bila telur tersebut untuk ditetaskan lagi, perlu ditambah recording jumlah telur yang menetas, jumlah telur dead in shell – nya, jumlah telur kosong dan jumlah telur yang tidak layak untuk ditetaskan.
7.
Riwayat ksehatan (medical record).
Mungkin seringkali banyak peternak lupa membuat recording ini. Padahal recording kesehatan justru yang vital karena diperlukan untuk melakukan dengan tepat kapan melakukan vaksinasi, pemberian obat, mengontrol sirkulasi obat, vaksin dan barang penunjang kesehatan yang lain. 8. Stok barang.
Stok barang bisa berarti adalah stok pakan. Vaksin, vitamin, obat atau bahan lainnya yang digunakan oleh peternak untuk menunjang produksi. Kontrol stok barang yang ketat akan meminimalkan “kebocoran” karena penyelewengan stok dan menjaga ketersediaan barang untuk kelangsungan pemeliharaan. Dari semua komponen diatas, perlulah mendapat perhatian oleh para peternak untuk menjadikan data tersebut ke dalam sebuah recording yang terintegrasi. Recording yang akurat akan mempermudah peternak melakukan evaluasi, mengontrol dan memperdiksi tingkat keberhasilan usaha meski peternak jarang melihat langsung ke lapangan. Recording yang baik adalah recording yang data-datanya dapat dipertanggung jawabkan dan dapat dipercaya serta selalu aktual tiap hari. Jadi setiap dibutuhkan dapat menjadi dasar yang dipercaya dan dapat dipakai menjadi acuan yang tepat untuk program selanjutnya. PI/Hasan

Sumber : www.poultryindonesia.com

ND, Penyakit Klasik yang Selalu Mengusik

Poultryindonesia.com, (Newcastle Disease) yang di Indonesia lebih dikenal dengan Tetelo merupakan penyakit lama yang tetap aktual untuk dikaji ulang, karena penyakit ini sangat berbahaya dan sewaktu-waktu dapat menyerang ternak unggas.

ND merupakan masalah besar dan momok bagi dunia peternakan, karena penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100%) dan waktu penyebarannya yang sangat cepat, baik pada ayam ras, ayam buras maupun jenis unggas lainnya. Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata) walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf, gejala pernafasan dan gejala pencernaan.

Penyebab dan Kejadiannya

Penyakit ND disebabkanoleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, dimana virus ini dapat menghemaglutinasi darah. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Doyle pada tahun 1926 didaerah Newcastle Inggris dan pada tahun yang sama Kraneveld menemukan virus penyakit ini di Bogor. Kejadian penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dimana menyerang seluruh jenis unggas termasuk burung liar. Virus penyakit ini dapat ditemukan pada organ-organ seperti alat pernafasan, syaraf dan pencernaan. Penyebaran Penyebaran penyakit ini biasanya melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin/udara (dapat mencapai radius 5 km). Virus ND ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian.

Gejala Klinis
Gejala penyakit ini dapat diamati melalui gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok; gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir (torticoles) yang merupakan gejala khas penyakit ini. Kemudian gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua.
Bedah Bangkai
Untuk lebih meyakinkan bahwa suatu peternakan benar atau tidanya terserang ND, maka tindakan bedah bangkai adalah jalan terbaik dalam menegakkan diagnosa. Pada kasus ND hasil bedah bangkai berupa gejala khas penyakit ini, yaitu adanya bintik-bintik merah (ptechie) pada proventriculus (kantong depan ampela). Selain itu juga terjadi perubahan pada lapisan usus berupa pendarahan dan kematian jaringan (nekrosa). Pada organ pernafasan akan mengalami eksudasi dan kantong udaranya menipis.

Penanggulangan
Berhubung penyakit ND disebabkan oleh virus maka sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang efektif dapat menyembuhkan penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif.
Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan paling lambat hari ke-empat umur ayam, karena penundaan sampai umur dua minggu dan seterusnya akan menghilangkan kemampuan pembentukan antibodi aktif oleh antibodi induk, sebab pada umur tersebut antibodi induk sudah tidak berfungsi lagi. Program vaksinasi pada ayam pedaging sebaiknya dilakukan pada umur tiga hari dan vaksinasi lanjutan pada umur tiga minggu, sedangkan pada ayam petelur pada umur tiga hari, empat minggu, tiga bulan dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan. Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara semprot, tetes (mata, hidung, mulut), air minum dan suntikan.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan vaksinasi diantaranya :
  • Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang benar-benar sehat
  • Vaksin segera diberikan setelah dilarutkan
  • Hindari vaksin dari sinar matahari langsung
  • Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress berat pada ternak
  • Cuci tangan dengan detergen sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi
Penutup
Mengingat kerugian ekonomi yang ditimbulan oleh penyakit ND ini sangat tinggi maka jalan terbaik dalam menanggulaninya adalah dengan menjalankan program manajemen yang ketat berupa program vaksinasi dan sanitasi lingkungan yang baik guna menghindari penyakit ini sehingga keuntungan akan dapat lebih meningkat.

Sumber : www.poultryindonesia.com

Menghadapi Musim Hujan

Beternak ayam ras dalam musim hujan tergolong riskan. Ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada umumnya memang benar kalau musim hujan lebih riskan beternak ayam ras. Ini dihubungkan dengan kondisi curah hujan yang tinggi, intensitas cahaya matahari yang menurun sehingga akan menyebabkan kelembaban meningkat dan temperatur rendah, aliran udara sangat cepat dan kualitas air menurun. Kondisi ini menyebabkan jumlah dan jenis penyakit meningkat, ternak rentan terhadap penyakit, pertumbuhan lambat dan keseragaman rendah, serta kegagalan vaksinasi.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan persiapan khusus untuk mengantisipasi musim hujan ini dimulai saat persiapan kandang, dan perubahan manajemen yang dilakukan sejak chick in.

Pada saat persiapan kandang perhatikan hal-hal berikut, antara lain : memperbaiki atap kandang dan gudang yang bocor, tirai dan lantai kandang yang berlubang. Kemudian bersihkan pemanas, regulator, selang, serta tempat pakan dan minum, dan sanitasi kandang secara menyeluruh. Jangan lupa juga untuk menyiapkan kaporit dan tambahan lampu.

Selanjutnya, ketika chick in kondisikan agar brooding/ indukan dalam kondisi yang ideal, antara lain : 500 ekor DOC, bentuk lingkaran, diameter 3,25 m, Feeder tray 10 buah, 6 bell drinker, lampu 60 watt, dan pasang termometer di setiap brooder.

Setelah itu, terapkan manajemen berikut dengan disiplin, yaitu : Pakan dan minum harus berikan segera dan jangan memakai box DOC sebagai tempat pakan lebih dari 3 hari. Berikutnya pantau kondisi sekam agar suhunya sekitar 32°C, dan gantilah sekam yang basah.

Untuk mengukur temperatur pasanglah termometer (max-min), dan lakukan pengecekan suhu setiap 2 jam. Nyalakan brooding jika ayam bergerombol/ kedinginan, dan perpanjanglah periode brooding.

Selain hal yang telah disebutkan tadi, ada yang tidak boleh terlupakan yaitu meningkatkan biosekuriti (misal : celup kaki) sebagai bagian utama dalam mencegah penyakit masuk ke kandang.

Sumber: www.poultryindonesia.com.

Berak Kapur, Penyebab Kematian Anak Ayam

Poultryindonesia.com, Pullorum merupakan penyakit menular pada ayam yang dikenal dengan nama berak putih atau berak kapur (Bacil White Diarrhea). Selain ayam, penyakit ini juga menyerang unggas lain seperti kalkun, puyuh, merpati, merak dan beberapa burung liar

Penyebab utamanya adalah bakteri Salmonella pullorum, yang tumbuh optimum pada temperatur 37 0C, sehingga penyakit ini lebih dikenal dengan penyakit pullorum. Bakteri Salmonella pullorum termasuk bakteri gram negatif. Di Indonesia penyakit ini merupakan penyakit menular yang rutin ditemui. Meskipun segala umur ayam bisa terserang pullorum tapi angka kematian tertinggi terjadi pada anak ayam yang baru menetas. Angka kematian dapat mencapai 85% sedangkan pada ayam dewasa penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi dapat menularkan pada ayam lain.

Gejala yang terlihat

Anak ayam yang menderita penyakit pullorum kelihatan seperti kedinginan walaupun pemanas dalam brooder cukup, bulu kusut, nafsu makan menurun, nafas sesak, sayap menggantung dan kaki ayam lemah (lumpuh). Kotorannya menempel di sekitar dubur berwarna putih, lama kelamaan mengering seperti kapur yang menutupi seluruh dubur (kloaka). Bila infeksinya melalui telur yang ditetaskan, maka penyakit tersebut akan timbul sangat cepat sehingga anak ayam akan mati pada hari kedua setelah menetas. Jika penularannya dari ayam lain, maka kematian anak ayam banyak terjadi setelah ayam berumur dua sampai tiga minggu. Bila anak ayam terinfeksi dalam darah yang akut maka akan menimbulkan kematian dini. Pada ayam remaja dan ayam dewasa tidak banyak nampak gejala-gejalanya, kecuali diare (mencret) yang berwarna putih dan coklat kehijauan seperti pasta disekitar dubur (kloaka). Bila yang diserang ayam sedang bertelur produksi telur tidak teratur, begitu juga pada ayam bibit akan mempengaruhi fertilitas dan daya tetas rendah. Apabila anak ayam berhasil menetas sudah pasti anak ayam tersebut mengandung kuman pullorum.

Perubahan pada tubuh ayam
Induk ayam yang terserang penyakit pullorum dapat menyebab infeksi pada calon kuning telur, pengecilan pada limpa dan hati membengkak, begitu juga pada saluran pencernaan mengalami peradangan. Kadang-kadang jantung dan kantong empedu terlihat adanya benjolan-benjolan kecil berwarna abu-abu. Tetapi pada umumnya penyakit pullorum tidak dapat secara pasti ditentukan hanya melihat perubahan-perubahan yang ada. Penularan dapat melalui : · Keturunan dari induk (telur).
Ayam petelur merupakan pembawa penyakit terbanyak, karena telur dari ayam tersebut sudah mengandung kuman pullorum. Kalau telur ditetaskan, maka anak ayam yang menetas praktis sudah mengandung kuman penyakit tersebut dari induknya, sehingga anak ayam yang baru menetas sudah menyebarkan kuman ke anak ayam yang lain dalam mesin tetas atau yang dipelihara bersama dalam satu brooder melalui kotoran. ·
Dari ayam ke ayam lain
.
Ayam menderita penyakit pullorum, apabila mematuk ayam yang sehat maka ayam tersebut sudah tertular kuman pullorum melalui darah yang terhisap. Penyebaran penyakit melalui cara ini sering kali terjadi. ·
Makanan, minuman dan peralatan lain
.
Makanan, minuman dan peralatan lain yang tercemar kuman pullorum merupakan sumber penularan. Begitu juga dengan alat potong paruh yang kadang-kadang bisa menjadi sumber penularan dari anak ayam yang sakit pada anak ayam sehat.
Pencegahan dan pengobatan
Sanitasi dan tatalaksana pemeliharaan harus baik. Apabila ada ayam yang mati karena penyakit pullorum harus cepat dibakar atau dikubur dalam-dalam, sehingga kuman tersebut tidak menyebar ke mana-mana. Ayam yang terlanjur terserang penyakit pullorum harus diisolir (disendirikan), begitu juga menjaga kebersihan kandang, tempat makan/minum maupun membersihkan mesin tetas dengan kalium permanganat (biocid) sebagai obat pembasmi hama.
Pengobatan
Pengobatan secara efektif memang belum ada yang memuaskan. Namun untuk mengurangi kematian anak ayam bisa ditanggulangi dengan preparat yang mengandung sulfa dan antibiotik. Pemberantasan penyakit ini memerlukan waktu yang panjang dan biaya mahal, dan perlu diketahui furazolidone sering dipakai sebagai feed additive dalam ransum ayam dan diindikasikan sebagai obat pencegah penyakit coccidiosis, padahal obat ini lebih efektif sebagai zat anti bakteri yang menyerang segala unggas. Begitu pula dengan sulfamanida dapat diberikan dalam air minum, sebab ayam yang terinfeksi nafsu makannya menurun hanya mau minum saja. Preparat yang mengandung obat ini antara lain : New SQ Plus, Streptomycin, Coccilin kapsul, Sulfazid, Agribon, Sulfamix, Spitomycin, Penstrep, Trimezyn-S, Noxal dan lain-lain. Obat-obatan ini hanya efektif untuk pencegahan kematian anak ayam, tapi tidak dapat menghilangkan infeksi penyakit tersebut. PI/Hasan

sumber
: www.poultryindonesia.com

Sunday, December 30, 2007

Mega Minta Petani Belajar Internet

Tulungagung - Ketika panen, para petani seringkali kebingungan memasarkan hasil tanamnya. Akibatnya selain overproduksi, harga jual menjadi rendah.

Nah, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan punya solusinya, yaitu internet. Caranya?

"Melalui internet kita bisa melihat dunia. Bisa tahu harga pasar. Misalnya kita jual tomat ke suatu daerah kita tahu harganya berapa," ujar Mega.

Hal itu disampaikan dia saat menemui sekitar 5.000 warga di Lapangan Pema, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (22/11/2007).

Solusi lainnya, lanjut Mega, semua pihak bekerjasama, terutama pemerintah daerah dengan petani untuk membuat suatu pola cara tanam baru yang lebih progresif.

"Biarkan petani menentukan sendiri apa yang ditanamnya. Tidak usah ditentukan lagi oleh pemerintah daerah," tegas Mega.

Mega menyarankan para petani meminta bantuan komputer kepada pemerintah daerah.

"Itu ada namanya komputer, minta kepada kepala daerah. Minta diajarin komputer," pungkas Mega.

22/11/2007 12:35 WIB
Iqbal Fadil - detikcom
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/22/time/123528/idnews/856053/idkanal/10