Banyak faktor yang menentukan keberhasilan usaha peternakan ayam ras. Faktor bibit, pakan, kesehatan dan manajemen pemeliharaan, semuanya saling terkait mendukung keberhasilan itu. Manajemen yang baik tercermin pada recording yang tertib.
Produksi industri perunggasan faktor penentu keberhasilan sangatlah multi faktoral. Sudah jelas bahwa faktor manajemen pakan, manajemen kesehatan dan manajemen pemeliharaan paling menentukan berhasil-tidaknya usaha ini. Akan tetapi sebaik apa pun manajemen tersebut, bila tidak didukung data yang akurat tentunya akan membawa dampak yang mungkin saja akan mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu usaha, atau seburuk-buruknya menambah perbendaharaan faktor kegagalan.
Dalam usaha peternakan unggas banyak sekali komponen recording yang harusnya mendapat perhatian antara lain :
1. Populasi.
Mengetahui jumlah total individu ternak yang dipelihara sangatlah penting. Mengetahui jumlah total populasi akan mempengaruhi 3 faktor manajemen. Pada praktiknya jumlah populasi akan berimbas pada pengobatan, pemberian pakan, vaksin dan vitamin. Jumlah populasi harus selalu di up to date, karena kesalahan populasi tentu saja merusak performan (bobot badan dan produksi telur), kesalahan pengobatan, pemberian pakan, vaksin dan vitamin (bisa kekurangan atau kelebihan) sehingga memunculkan kerugian lain seperti resistensi penyakit hingga pertumbuhan yang tidak seragam.
2. Deplesi (penyusutan).
Jumlah individu yang mati, afkir atau hilang harus selalu dicatat, karena setiap ada penyusutan dalam jumlah tertentu maka peternak akan mengubah program pemberian pakan yang disesuaikan dengan jumlah populasi yang terakhir. Setiap jumlah deplesi juga akan menjadi kontrol kesehatan karena bisa jadi penyusutan yang terjadi karena serangan penyakit yang menyebabkan mortalitas ayam.
3. Berat badan.
Data berat badan penting untuk ditampilkan menginngat secara kontinyu berpengaruh terhadap performans ayam dan kualitas pakan.
4. Program dan jumlah pemberian pakan.
Data ini juga perlu mendapat tempat dalam recording. Data ini menjadi sarana untuk keberhasilan program pemberian pakan dan mengetahui jumlah pakan yang diberikan untuk menjaga ketersediaan stok di gudang pakan.
5. Water intake.
Jumlah air yang dikonsumsi sangat penting untuk mengevaluasi status kesehatan ayam dan suhu udara kandang. Data konsumsi air juga penting untuk mengetahui tingkat kebocoran pipa untuk mendistribusi air minum.
6. Produksi telur.
Untuk ayam yang telah bertelur, data mengenai jumlah telur yang diproduksi harian, maupun mingguan menjadi penting. Hal ini guna menjadi penentu keberhasilan manajemen pemeliharaan. Bila telur tersebut untuk ditetaskan lagi, perlu ditambah recording jumlah telur yang menetas, jumlah telur dead in shell – nya, jumlah telur kosong dan jumlah telur yang tidak layak untuk ditetaskan.
7. Riwayat ksehatan (medical record).
Mungkin seringkali banyak peternak lupa membuat recording ini. Padahal recording kesehatan justru yang vital karena diperlukan untuk melakukan dengan tepat kapan melakukan vaksinasi, pemberian obat, mengontrol sirkulasi obat, vaksin dan barang penunjang kesehatan yang lain. 8. Stok barang.
Stok barang bisa berarti adalah stok pakan. Vaksin, vitamin, obat atau bahan lainnya yang digunakan oleh peternak untuk menunjang produksi. Kontrol stok barang yang ketat akan meminimalkan “kebocoran” karena penyelewengan stok dan menjaga ketersediaan barang untuk kelangsungan pemeliharaan. Dari semua komponen diatas, perlulah mendapat perhatian oleh para peternak untuk menjadikan data tersebut ke dalam sebuah recording yang terintegrasi. Recording yang akurat akan mempermudah peternak melakukan evaluasi, mengontrol dan memperdiksi tingkat keberhasilan usaha meski peternak jarang melihat langsung ke lapangan. Recording yang baik adalah recording yang data-datanya dapat dipertanggung jawabkan dan dapat dipercaya serta selalu aktual tiap hari. Jadi setiap dibutuhkan dapat menjadi dasar yang dipercaya dan dapat dipakai menjadi acuan yang tepat untuk program selanjutnya. PI/Hasan
Sumber : www.poultryindonesia.com
Produksi industri perunggasan faktor penentu keberhasilan sangatlah multi faktoral. Sudah jelas bahwa faktor manajemen pakan, manajemen kesehatan dan manajemen pemeliharaan paling menentukan berhasil-tidaknya usaha ini. Akan tetapi sebaik apa pun manajemen tersebut, bila tidak didukung data yang akurat tentunya akan membawa dampak yang mungkin saja akan mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu usaha, atau seburuk-buruknya menambah perbendaharaan faktor kegagalan.
Dalam usaha peternakan unggas banyak sekali komponen recording yang harusnya mendapat perhatian antara lain :
1. Populasi.
Mengetahui jumlah total individu ternak yang dipelihara sangatlah penting. Mengetahui jumlah total populasi akan mempengaruhi 3 faktor manajemen. Pada praktiknya jumlah populasi akan berimbas pada pengobatan, pemberian pakan, vaksin dan vitamin. Jumlah populasi harus selalu di up to date, karena kesalahan populasi tentu saja merusak performan (bobot badan dan produksi telur), kesalahan pengobatan, pemberian pakan, vaksin dan vitamin (bisa kekurangan atau kelebihan) sehingga memunculkan kerugian lain seperti resistensi penyakit hingga pertumbuhan yang tidak seragam.
2. Deplesi (penyusutan).
Jumlah individu yang mati, afkir atau hilang harus selalu dicatat, karena setiap ada penyusutan dalam jumlah tertentu maka peternak akan mengubah program pemberian pakan yang disesuaikan dengan jumlah populasi yang terakhir. Setiap jumlah deplesi juga akan menjadi kontrol kesehatan karena bisa jadi penyusutan yang terjadi karena serangan penyakit yang menyebabkan mortalitas ayam.
3. Berat badan.
Data berat badan penting untuk ditampilkan menginngat secara kontinyu berpengaruh terhadap performans ayam dan kualitas pakan.
4. Program dan jumlah pemberian pakan.
Data ini juga perlu mendapat tempat dalam recording. Data ini menjadi sarana untuk keberhasilan program pemberian pakan dan mengetahui jumlah pakan yang diberikan untuk menjaga ketersediaan stok di gudang pakan.
5. Water intake.
Jumlah air yang dikonsumsi sangat penting untuk mengevaluasi status kesehatan ayam dan suhu udara kandang. Data konsumsi air juga penting untuk mengetahui tingkat kebocoran pipa untuk mendistribusi air minum.
6. Produksi telur.
Untuk ayam yang telah bertelur, data mengenai jumlah telur yang diproduksi harian, maupun mingguan menjadi penting. Hal ini guna menjadi penentu keberhasilan manajemen pemeliharaan. Bila telur tersebut untuk ditetaskan lagi, perlu ditambah recording jumlah telur yang menetas, jumlah telur dead in shell – nya, jumlah telur kosong dan jumlah telur yang tidak layak untuk ditetaskan.
7. Riwayat ksehatan (medical record).
Mungkin seringkali banyak peternak lupa membuat recording ini. Padahal recording kesehatan justru yang vital karena diperlukan untuk melakukan dengan tepat kapan melakukan vaksinasi, pemberian obat, mengontrol sirkulasi obat, vaksin dan barang penunjang kesehatan yang lain. 8. Stok barang.
Stok barang bisa berarti adalah stok pakan. Vaksin, vitamin, obat atau bahan lainnya yang digunakan oleh peternak untuk menunjang produksi. Kontrol stok barang yang ketat akan meminimalkan “kebocoran” karena penyelewengan stok dan menjaga ketersediaan barang untuk kelangsungan pemeliharaan. Dari semua komponen diatas, perlulah mendapat perhatian oleh para peternak untuk menjadikan data tersebut ke dalam sebuah recording yang terintegrasi. Recording yang akurat akan mempermudah peternak melakukan evaluasi, mengontrol dan memperdiksi tingkat keberhasilan usaha meski peternak jarang melihat langsung ke lapangan. Recording yang baik adalah recording yang data-datanya dapat dipertanggung jawabkan dan dapat dipercaya serta selalu aktual tiap hari. Jadi setiap dibutuhkan dapat menjadi dasar yang dipercaya dan dapat dipakai menjadi acuan yang tepat untuk program selanjutnya. PI/Hasan
Sumber : www.poultryindonesia.com
No comments:
Post a Comment