Saturday, December 15, 2007

Pejabat Jangan Tunggu Laporan

PPL Harus Proaktif Bantu Antisipasi Flu Burung

SAMARINDA - Dokter hewan H. Sumarsongko mengatakan, pejabat mestinya tidak perlu panik dengan wabah flu burung. Sebab, katanya, yang terpenting pejabat instansi terkait tidak sekadar menunggu laporan. "Mereka harus proaktif melibatkan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan, Red.) untuk mengambil sampel di daerah yang selama ini ditemukan ayam atau unggas yang mati. Itupun dilakukan dengan metode sampling yang tepat," tandas Sumarsongko menanggapi hasil Balai Pengendalian dan Pengujian Verteriner Regional V Banjar Baru yang menyatakan 12 ayam di Jl Juanda pada Mei lalu yang positif terkena virus flu burung.

Ia menilai selama ini di Samarinda sudah cukup baik, tetapi yang dikhawatirkan justru yang berada di luar daerah. Pasalnya, selama ini banyak peternakan hewan yang jarang melaporkan kepada instansi terkait bila ada hewannya yang mati. "Seperti di wilayah Kutim, Bontang dan Kubar. Pejabatnya mengatakan wilayahnya aman dari flu burung. Padahal ini belum tentu, karena mungkin saja peternakan yang belum melaporkannya. Padahal di Kaltim ini kalau dijumlah, ayam buras (kampung) yang berpotensi terserang flu burung mencapai miliran ekor," tandasnya.

Sumarsongko mengatakan, sidak yang dilakukan sejumlah pejabat hanyalah sebuah kontrol, tetapi yang terpenting tindakan biosecurity dan vaksinasi serta pengawasan di lapangan. "Jadi prinsipnya berdayakan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan, Red.) didampingi dokter hewan serta pengawasan di setiap perbatasan keluar masuknya ayam," tuturnya.

Secara terpisah Kepala Kantor Peternakan Samarinda Rini Purwanti mengatakan, pihaknya selama ini telah melibatkan PPL untuk mengambil sampel ayam di daerah yang selama ini ditemukan ayam mati. "Kami tidak panik tapi tetap waspada," tandasnya.

Ia mengaku baru mengetahui hasil sampel 12 ayam yang mati pada tanggal 26 Juni lalu dari hasil penelitian susulan Balai Pengujian Banjar Baru. "Selama ini kami memang menyatakan Samarinda aman dan ini juga hasil sidak sebelumnya. Baru tanggal 26 Juni lalu, kami mengetahui Samarinda positif terserang virus flu burung setelah mendapatkan hasil dari tingkat I. Kami tidak pernah menyembunyikan bila memang ada ayam yang terkena virus flu burung. Hanya persoalannya kami memang baru mengetahuinya setelah adanya hearing antara DPRD tingkat I dengan seluruh instansi terkait," bebernya.

Namun demikian, kata Rini, sejauh ini belum ada kematian ayam dalam jumlah besar seperti di Kukar atau daerah lain. "Kematian ayam memang ada, tapi jumlahnya hanya satuan dan belasan. Dan ini sudah kita ambil sampelnya untuk diteliti," ujarnya. (gs)

Sumber: http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Samarinda&id=123571

No comments: